1. Ia meninggalkan kemaksiatan karena takut pada Allah, maka ia berpahala atas perbuatan meninggalkan maksiatnya itu. Berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Qudsi, “Dan apabila ia meninggalkannya –yaitu kemaksiatan– karena Aku niscaya Aku akan mencatatnya sebagai kebaikan,” (HR Bukhari 7501). Karena mereka hanya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pemuda yang seperti inilah yang Allah banggakan dalam Al-Qur’anul Karim. Yaitu pemuda yang kuat di atas tauhid, mereka beriman kepada Allah, mereka hanya menghambakan diri kepada Allah, mereka hanya memurnikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada selain Allah Paragraf di atas merupakan Surat An-Najm Ayat 32 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran penting dari ayat ini. Ada beberapa penjabaran dari para ahli tafsir berkaitan kandungan surat An-Najm ayat 32, misalnya sebagaimana berikut: 31-32. Hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Barangsiapa yang membaguskan amal batinnya, maka Allah akan membaguskan amalan lahiriyahnya. Barangsiapa yang mebaguskan antara dirinya dengan Allah, maka Allah akan membaguskan antara dirinya dengan sesama manusia. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, dan tidak ia inginkan bukan karena pertimbangan hawa nafsu dan keinginan jiwa, namun karena pertimbangan syari’at Islam. Jika keislaman seseorang telah baik dan mencapai tingkatan i h san, maka ketika beribadah kepada Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak melihat-Nya 13. "Apabila kita meninggalkan sesuatu karena Allah, Insyaallah, Allah akan menggantikan sesuatu itu dengan yang lebih baik. Namun keadaan memang tidak selalu baik, tapi setidaknya jangan pernah membuatnya menjadi lebih buruk dengan banyak mengeluh." 14. .

meninggalkan sesuatu karena allah